KARAWANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melaksanakan program kerja pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 16 lubang biopori yang disebar di beberapa titik lingkungan pemukiman warga pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan meningkatkan daya serap air tanah di Desa Telukjaya. Titik-titik tersebut dipilih khusus pada area yang dinilai rawan genangan air.
Pembuatan lubang resapan biopori ini menjadi langkah awal mahasiswa KKN dalam memberikan solusi lingkungan yang sederhana dan aplikatif. Kegiatan ini tidak dilakukan di seluruh wilayah desa, melainkan difokuskan pada titik-titik tertentu yang telah ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNSIKA melakukan pembuatan lubang biopori di sejumlah lokasi strategis yang memiliki daya resap tanah rendah. Selain berfungsi untuk mempercepat peresapan air hujan, lubang biopori juga dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga secara alami.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN Universitas Singaperbangsa Karawang Desa Telukjaya, Fazry Abdurrahman Ghifary, menyampaikan bahwa program kerja biopori ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya nyata dalam menjaga lingkungan desa.
“Program biopori ini kami laksanakan dengan membuat 16 lubang biopori yang disebar di beberapa titik lingkungan yang membutuhkan peningkatan daya resap tanah. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendorong kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Melalui program kerja biopori ini, mahasiswa KKN UNSIKA berharap masyarakat Desa Telukjaya dapat memahami manfaat biopori dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Meskipun pelaksanaannya masih terbatas pada beberapa titik, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal menuju lingkungan desa yang lebih sehat dan berkelanjutan.






