JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya membangun ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi lintas sektor guna memperkuat arah pembangunan nasional. Integrasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo Hadi usai Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Pemanfaatan Riset dan Inovasi untuk Mendukung RPJMN 2025–2029 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, kegiatan riset, penelitian, dan inovasi harus terhubung dalam satu ekosistem yang solid dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, hingga sektor industri.
“Kita menghendaki seluruh aktivitas yang berkaitan dengan penelitian, riset, dan inovasi terbangun dalam satu ekosistem terintegrasi bersama para stakeholder, sehingga produk yang dihasilkan benar-benar memberi nilai tambah,” ujar Prasetyo Hadi.
Ia menekankan, hasil riset tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus dapat diimplementasikan menjadi produk dan solusi yang mendukung program hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Sinkronisasi antara perencanaan pembangunan dan agenda riset, lanjutnya, perlu diperkuat agar pemanfaatan inovasi tepat sasaran serta selaras dengan target pembangunan jangka menengah nasional periode 2025–2029.
Pemerintah berharap kolaborasi antarsektor dalam pengembangan riset dan inovasi mampu mempercepat lahirnya produk strategis yang berdaya saing dan berdampak langsung terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber : Kemensetneg RI






