SUBANG|Suarapurwasuka.com| – Arus dukungan terhadap Tine Yowargana, yang akrab disapa DonTing, untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang semakin menguat. Mayoritas pengurus Cabang Olahraga (Cabor) menilai DonTing adalah sosok paling ideal untuk membawa kebangkitan prestasi olahraga di Kota Nanas. Tercatat, lebih dari 36 cabor telah menyatakan dukungannya.
Salah satu dukungan signifikan datang dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Subang. Ketua FAJI Subang, Noviyanti Maulani, secara terbuka menyatakan bahwa DonTing memiliki rekam jejak yang sudah teruji dalam membina organisasi olahraga.
Kapasitas Internasional dan Integritas
Menurut Noviyanti, kapasitas DonTing tidak perlu diragukan lagi. Ia menilai DonTing sukses membuktikan tangan dinginnya saat memimpin cabor dan berhasil mengorbitkan atlet-atlet lokal hingga berprestasi di level internasional.
”Beliau sangat layak secara kapasitas. Terbukti mampu memimpin cabor dengan manajemen yang baik dan yang paling penting, mampu membawa atlet kita bicara di level dunia. Itu prestasi nyata,” ujar Noviyanti dalam pertemuan cabor di LinkHub Cafe, Kamis 19 Maret 2026.
Mandiri Secara Finansial
Selain faktor manajerial, aspek kemandirian ekonomi juga menjadi poin krusial. Noviyanti menekankan bahwa kemampuan finansial DonTing yang mumpuni menjadi modal besar untuk memimpin induk organisasi olahraga sekelas KONI.
”Memimpin KONI itu butuh pengabdian dan pengorbanan, termasuk materi. Kemampuan finansial beliau sangat mumpuni, sehingga kita yakin fokusnya akan murni untuk kemajuan prestasi atlet Subang tanpa hambatan klasik soal operasional,” tambahnya.
Mengapa DonTing Diunggulkan?
Dukungan mayoritas pengurus cabor ini didasari oleh beberapa harapan besar, di antaranya:
Visi Modernisasi: Transformasi manajemen KONI menjadi lebih transparan dan profesional.
Kesejahteraan Atlet: Fokus pada pembinaan usia dini dan jaminan hari tua atlet berprestasi.
Sinergi Stakeholder: Kemampuan menjembatani kepentingan atlet, pengurus cabor, dan pemerintah daerah.
Hingga saat ini, gelombang dukungan terus mengalir dari berbagai lintas cabang olahraga yang menginginkan perubahan fundamental dan prestasi yang lebih “Ngabrett” di periode mendatang.
(Ferry)






