Karawang | SUARA PURWASUKA.COM– Menyikapi hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang menempatkan Kabupaten Karawang pada peringkat 15 dari 18 kabupaten di Jawa Barat dengan skor 3,62, Karang Taruna Kabupaten Karawang menyatakan komitmen strategis untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan daya saing daerah pada tahun 2026.

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, menegaskan bahwa hasil IDSD harus dijadikan momentum refleksi sekaligus percepatan transformasi pembangunan berbasis kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekosistem inovasi. “Indeks Daya Saing Daerah bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator struktural yang mencerminkan kualitas tata kelola, kapasitas SDM, serta kekuatan inovasi daerah. Karawang memiliki fondasi industri yang kokoh. Kini saatnya kita memperkuat integrasi SDM, inovasi, dan kebijakan berbasis data agar terjadi lompatan daya saing pada 2026,” tegas Dhani Sudirman.
Dhani Sudirman merupakan akademisi dan dosen pada Program Studi Manajemen Bisnis di Institut Agama Islam (IAI) Rakeyan Santang Karawang, serta tengah menempuh program doktoral di Universitas Bunga Bangsa Cirebon. Ia juga aktif sebagai Dewan Pendidikan Karawang, pengusaha, serta Dewan Pengawas Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI). Dengan latar belakang akademik di bidang manajemen dan pengalaman organisasi yang luas, ia memandang bahwa peningkatan IDSD harus dikelola melalui pendekatan manajemen strategis yang terukur dan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Secara strategis, Karang Taruna Kabupaten Karawang akan mendorong:
1. Penguatan kompetensi pemuda berbasis kebutuhan industri dan transformasi digital.
2. Integrasi UMKM dan ekonomi kreatif ke dalam rantai nilai industri daerah.
3. Kolaborasi akademisi–pemerintah–dunia usaha dalam pengembangan inovasi.
4. Peningkatan literasi manajemen dan kewirausahaan di tingkat komunitas.
“Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah. Pemuda Karawang tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus industrialisasi besar yang terjadi di daerahnya sendiri. Tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan daya saing Karawang,” tambahnya.
Sebagai daerah dengan kontribusi ekonomi signifikan di Jawa Barat, Karawang memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan struktural menuju pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Karang Taruna Kabupaten Karawang menegaskan bahwa peningkatan IDSD 2026 bukan sekadar target peringkat, melainkan gerakan kolektif membangun kualitas manusia, memperkuat tata kelola, dan menciptakan ekosistem inovasi yang tangguh.
Dengan energi pemuda, kepemimpinan strategis, serta kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha, Karawang optimistis mampu bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya kuat secara industri, tetapi juga unggul dalam daya saing dan kualitas pembangunan.
(FAY)






