Jakarta | SUARA PURWASUKA.COM— Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi Strategis Penanggulangan Banjir bersama Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gedung D Lantai 1, Jalan Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung pukul 17.00–21.00 WIB sebagai upaya memperkuat sinergi lintas struktur Karang Taruna dalam merespons dampak banjir di Kabupaten Karawang.
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus Nasional Karang Taruna menyambut langsung rombongan Karang Taruna Kabupaten Karawang. Hadir dari PNKT antara lain Fabian Cornellis (Wakil Sekretaris Jenderal PNKT/Sekretaris Satgas Bencana), Virgo Sulianto Gohari (Wakil Sekretaris Jenderal PNKT), Abdul Rahman Putra Batubara (Wakil Bendahara Umum PNKT/Bendahara Satgas Bencana), M. Iqbal Suyudi (Wakil Bendahara Umum PNKT), Aswandi Jailani (Ketua Bidang Tanggap Bencana PNKT/Wakil Kepala Satgas Bencana), serta Fahmi Aulia Rachman (Anggota Bidang Koperasi dan UMKM PNKT). Rombongan Karang Taruna Kabupaten Karawang dipimpin oleh Dr. (C). Dhani Sudirman, S.H., S.T., S.E., M.M. (Ketua Umum), didampingi Candra Caniago, S.H. (Wakil Ketua/Kepala Unit Rescue), Yogi Prabowo, S.I.P. (Sekretaris Umum) dan Very Sukma (Wakil Sekretaris).
Dalam rapat, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang memaparkan data dampak banjir Karawang berdasarkan rilis BPBD per 24 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, yang mencatat 21 kecamatan terdampak, 9.752 rumah terdampak, dan 11.059 KK terdampak. Paparan berbasis data tersebut menegaskan urgensi percepatan langkah mitigasi dan penguatan dukungan logistik di lapangan.
Sebelum rapat koordinasi ini dilaksanakan, Karang Taruna Kabupaten Karawang telah melakukan berbagai langkah respons cepat di lapangan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Sejumlah kader Karang Taruna terlibat langsung dalam proses evakuasi warga terdampak banjir ke titik-titik pengungsian yang lebih aman, membantu kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak. Selain itu, Karang Taruna Kabupaten Karawang juga turut berperan aktif dalam pengelolaan dapur umum, pendistribusian makanan siap saji, air bersih, serta bantuan logistik dasar kepada warga yang mengungsi di beberapa wilayah terdampak banjir. Kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, relawan, serta elemen masyarakat setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menanggapi paparan tersebut, Fabian Cornellis dan Virgo Sulianto Gohari mewakili PNKT merespons positif dengan menyatakan komitmen PNKT untuk menyalurkan bantuan berupa 4 (empat) unit tenda pengungsian guna mendukung kebutuhan darurat di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Karawang. Bantuan ini diharapkan dapat segera dimobilisasi sesuai kebutuhan lapangan melalui koordinasi Satgas Bencana PNKT dan Karang Taruna Kabupaten Karawang.
Diskusi kemudian berlanjut pada aspek teknis penguatan organisasi. PNKT menyampaikan bahwa saat ini tengah menyiapkan 5 (lima) Peraturan Organisasi (PO) sebagai turunan dari Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 9 Tahun 2025. Regulasi turunan ini ditujukan untuk memperjelas tata kelola, struktur kerja, peran kebencanaan, serta penguatan fungsi Karang Taruna di daerah agar lebih operasional dan adaptif. Pada sesi tersebut, Dhani Sudirman memaparkan secara gamblang sejumlah kelemahan implementatif Permensos No. 9 Tahun 2025 ketika dihadapkan pada kondisi kearifan lokal di Kabupaten Karawang, khususnya karakter wilayah industri, dinamika kepemudaan, serta realitas sosial di kawasan rawan banjir. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi PNKT dalam merumuskan Peraturan Organisasi agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara kontekstual di daerah.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan penyerahan plakat dari Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang kepada PNKT sebagai simbol komitmen kolaborasi. Di akhir kegiatan, PNKT melalui Fabian Cornellis juga menyerahkan plakat balasan kepada Karang Taruna Kabupaten Karawang sebagai simbol keberlanjutan kemitraan strategis dan penguatan sinergi nasional-daerah dalam penanggulangan bencana serta penguatan tata kelola organisasi Karang Taruna.
(Fay)






