Karawang | SUARAPURWASUKA.COM— Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk keluarga pekerja migran asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Sejumlah laporan internasional menyebutkan adanya serangan rudal dan bom yang menyasar fasilitas militer di beberapa titik kawasan tersebut.
Kondisi ini membuat warga Karawang yang memiliki anggota keluarga bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di negara-negara Timur Tengah diliputi kecemasan.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, menyampaikan keprihatinan dan meminta pemerintah pusat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi eskalasi konflik yang lebih besar.
“Kami menerima banyak kekhawatiran dari keluarga pekerja migran di Karawang. Mereka cemas jika situasi semakin memanas dan berdampak langsung terhadap keselamatan saudara-saudara kita di sana,” ujar Dhani, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya yang berada di wilayah terdampak konflik.
“Kami meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, perwakilan kedutaan besar, dan seluruh instansi terkait untuk memastikan data WNI ter-update dengan baik, serta menyiapkan skema evakuasi jika sewaktu-waktu kondisi memburuk,” tegasnya.
Dhani menambahkan, warga Karawang yang merantau ke Timur Tengah sebagian besar bekerja di sektor domestik dan informal, sehingga akses informasi dan perlindungan sering kali terbatas.
“Jangan sampai ketika situasi darurat terjadi, kita terlambat mengambil langkah. Negara harus proaktif, bukan reaktif. Evakuasi harus menjadi opsi yang disiapkan sejak dini, bukan menunggu korban berjatuhan,” katanya.
Karang Taruna Karawang, lanjut Dhani, juga siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendata keluarga pekerja migran yang berada di wilayah rawan konflik, guna memudahkan komunikasi dan penyaluran informasi resmi dari pemerintah.
Ia mengimbau keluarga TKI dan TKW agar tetap tenang serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan perwakilan RI di luar negeri.
“Kami berharap situasi segera mereda dan tidak meluas. Namun jika eskalasi terjadi, kami mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi WNI, khususnya warga Karawang, demi keselamatan dan keamanan mereka,” pungkasnya.
(Fay)






