spot_img

Kominfo Karawang Ingatkan Warga Waspadai Modus Penipuan AI Voice Cloning di WhatsApp

spot_img

Karawang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) berupa voice cloning atau kloning suara yang marak digunakan dalam aksi penipuan melalui telepon dan WhatsApp.

Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye literasi keamanan informasi JANGKARKAMI #188, yang menyoroti penggunaan teknologi AI untuk meniru suara seseorang secara meyakinkan dan kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan.

Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan, voice cloning merupakan teknologi AI yang mampu meniru karakter suara manusia dengan memanfaatkan rekaman suara yang dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti voice note WhatsApp, rekaman telepon, hingga video di media sosial.

Pelaku umumnya mengumpulkan sampel suara korban, lalu memprosesnya menggunakan algoritma machine learning untuk menghasilkan suara tiruan yang terdengar mirip. Suara tersebut kemudian digunakan untuk menyamar sebagai orang tertentu (impersonation) dan meyakinkan target agar menuruti permintaan pelaku, termasuk permintaan transfer uang.

Salah satu skenario yang diwaspadai adalah panggilan dari nomor tidak dikenal yang memancing korban untuk berbicara lebih dulu. Ucapan sederhana seperti “halo” dapat direkam dan dijadikan bahan awal pemodelan suara. Modus lain yang dilaporkan adalah pelaku menyusup ke grup WhatsApp, melakukan panggilan grup, lalu memutar suara tiruan yang menyerupai ketua atau anggota grup untuk meminta sejumlah uang.

Diskominfo Karawang juga mengingatkan bahwa rekaman suara di media sosial maupun data di ponsel yang hilang atau disalahgunakan berpotensi menjadi bahan kloning suara oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak mengangkat atau menanggapi panggilan dari nomor tidak dikenal. Jika panggilan asing terlanjur terjawab, penerima disarankan tidak langsung berbicara terlebih dahulu.

Selain itu, warga diminta selalu melakukan verifikasi identitas melalui chat atau video call sebelum mempercayai permintaan tertentu, serta tidak melakukan transfer dana hanya karena suara penelepon terdengar familiar.

Melalui edukasi ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin sadar risiko kejahatan digital dan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang siber.

(Red)

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

spot_img

Purwasuka 24 Jam

spot_imgspot_img
spot_img

Berita Populer

spot_img
spot_img

Trending News
TRENDING NEWS

Temui Prabowo, PKB Tegaskan Komitmen Dukung Kebijakan Pro-Rakyat

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Dewan Pengurus...

DPD RI Serap Aspirasi Daerah untuk Revisi UU Perlindungan Konsumen yang Inklusif dan Responsif

Yogyakarta - Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia...

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Pesantren di Istana Merdeka

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama para...

Terima Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer, Presiden Prabowo Dorong Adaptasi Teknologi Global Industri Penerbangan Nasional

Jakarta | SUARA PURWASUKA.COM _ Presiden Prabowo Subianto menerima...