MAJALENGKA|suarapurwasuka.com|– Kisah inspiratif datang dari seorang siswa bernama Najri Algifari, atau yang akrab disapa Kodir, pelajar Madrasah Aliyah (MA) Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Di balik kesederhanaannya, Kodir menunjukkan semangat juang yang luar biasa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Setiap pagi, Kodir berangkat ke sekolah seperti siswa lainnya. Namun, selepas jam pelajaran usai, ia tak langsung beristirahat. Siswa yang dikenal tekun dan rendah hati ini justru menghabiskan waktu dengan bekerja serabutan — mulai dari mencari rumput untuk ternak warga hingga memanjat pohon kelapa demi membantu perekonomian keluarganya.
“Saya tidak malu bekerja seperti ini. Yang penting halal dan bisa bantu orang tua,” ujar Kodir dengan senyum tenang saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/10/2025).
Menurut warga sekitar, Najri dikenal sebagai anak yang rajin, sopan, dan tidak pernah mengeluh. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap menjaga semangat belajar dan berperilaku baik kepada siapa pun.
“Anak itu pantang menyerah. Selesai sekolah, langsung bantu orang tuanya. Sekarang jarang ada anak muda seperti dia,” tutur Dedi (47), warga setempat.
Pihak sekolah pun mengakui kegigihan Najri dalam menuntut ilmu. Salah satu guru Madrasah Aliyah Cipeundeuy, Siti Nurhayati, mengatakan bahwa Kodir merupakan siswa yang disiplin dan berprestasi, meski kondisi ekonomi keluarganya serba terbatas.
“Dia sering datang lebih awal dari teman-temannya, dan tetap fokus belajar meskipun kami tahu kehidupannya cukup berat,” ujarnya.
Najri sendiri memiliki cita-cita menjadi guru agama. Ia ingin kelak bisa membahagiakan orang tuanya dan membantu anak-anak lain yang mengalami nasib serupa.
“Saya ingin terus sekolah sampai sukses. Kalau bisa, saya mau bantu anak-anak lain supaya tetap semangat sekolah walau susah,” kata Kodir penuh harap.
Sebagai jurnalis suarapurwasuka.com, penulis berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Majalengka terhadap kondisi anak-anak seperti Najri. Dukungan dari pemerintah, baik berupa beasiswa maupun bantuan pendidikan, akan sangat membantu agar siswa seperti Kodir dapat fokus belajar tanpa harus memikirkan besok bisa makan apa.
Kisah perjuangan Najri Algifari menjadi cermin nyata bahwa semangat, kerja keras, dan rasa tanggung jawab tidak mengenal usia maupun keadaan. Dari desa kecil di Kecamatan Bantarujeg, tumbuh sosok remaja sederhana yang berjuang untuk masa depan dengan penuh tekad dan keikhlasan.






