PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Demam Berdarah Dengue (DBD) bersama lintas sektor pada Selasa, 18 November 2025. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Diskominfo Kabupaten Purwakarta ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya penanggulangan DBD secara menyeluruh di wilayah Purwakarta.
Rakor yang diikuti berbagai unsur organisasi perangkat daerah, kecamatan, hingga perwakilan fasilitas kesehatan tersebut membahas penguatan koordinasi dan sinergi dalam pencegahan serta pengendalian kasus DBD. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penyelarasan program antarinstansi guna menekan angka penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti itu.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya penguatan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus sebagai langkah utama pencegahan. Adapun langkah 3M meliputi:
1. Menguras tempat penampungan air.
2. Menutup tempat penampungan air.
3. Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Adapun unsur “Plus” mencakup perlindungan tambahan seperti penggunaan losion anti-nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap terbangunnya kolaborasi yang lebih solid antarinstansi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, terutama memasuki musim penghujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.
Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Pemkab Purwakarta optimistis dapat mempercepat langkah pencegahan dan menekan risiko penyebaran DBD di seluruh wilayah.






