spot_img

Rakornas di Balai Kartini, Pemerintah Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

spot_img

Jakarta  | SUARA PURWASUKA.COM– Pemerintah menegaskan pentingnya pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar persoalan nasional tersebut dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar di Gedung Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Indonesia saat ini masuk lima besar negara penghasil sampah terbesar di dunia dan berada di posisi ketiga sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Persoalan sampah bukan semata isu kebersihan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat serta memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat,” demikian disampaikan dalam Rakornas tersebut.

Strategi pengelolaan sampah disebut dapat dibagi dalam tiga pendekatan, yakni berbasis hulu, berbasis hilir, dan integratif. Pendekatan hulu difokuskan pada pengurangan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga hingga tingkat desa, melalui edukasi, pembatasan penggunaan plastik, serta penguatan peran pemerintah daerah.

Selain itu, potensi ekonomi dari pengolahan sampah organik turut menjadi sorotan. Salah satu inovasi yang didorong adalah budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), yang dinilai mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah seperti pakan ternak dan pupuk. Model ini dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang tengah dikembangkan pemerintah.

Di sisi hilir, penguatan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah, khususnya di wilayah perkotaan dengan volume tinggi, menjadi perhatian. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat menjadi solusi efektif, sepanjang didukung tata kelola yang baik serta pengawasan yang konsisten.

Rakornas tersebut diharapkan menjadi titik tolak perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah, dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi gerakan kolaboratif yang terstruktur dan berkelanjutan, melibatkan pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serta masyarakat.

(Red)

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

spot_img

Purwasuka 24 Jam

spot_imgspot_img
spot_img

Berita Populer

spot_img
spot_img

Trending News
TRENDING NEWS

Wamenhan Terima Audiensi Pemuda Masjid Dunia, Bahas Peran Masjid dalam Ketahanan Ideologi

Jakarta | SUARA PURWASUKA.COM– Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan...

Kasus Debt Collector MTF Disorot, OJK Lakukan Pemanggilan Resmi

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT...

DPD RI : Abraham Liyanto Usulkan Pembentukan Kementerian Tata Ruang untuk Atasi Tumpang-Tindih dan Konflik Lahan

Jakarta | SUARA PURWASUKA.COM,- Masalah tata ruang di negara...

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

Jakarta | SUARA PURWASUKA.COM_ Presiden RI Prabowo Subianto melakukan...