Karawang | SUARA PURWASUKA.COM— Karang Taruna Kabupaten Karawang kembali menegaskan peran strategis pemuda dalam menjaga harmoni sosial melalui kegiatan bertajuk RAMAH TARUNA (Ramadhan Aksi Moderasi Antara Umat Beragama bersama Karang Taruna). Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan, refleksi kebangsaan, serta penguatan nilai toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat Karawang yang majemuk.
Kegiatan RAMAH TARUNA dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari 2026, pukul 13.30–17.00 WIB, secara daring melalui platform Zoom. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh antara lain Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang Dr. H. Masykur H. Mansyur, MM, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si. Kehadiran para pemangku kebijakan ini memperkuat posisi RAMAH TARUNA sebagai agenda strategis kolaboratif lintas sektor.
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (Cand.) Dhani Sudirman, S.H., S.T., S.E., M.M., menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan kebangsaan di era digital bukan hanya soal ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga tentang merawat kohesi sosial. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam merawat nilai persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi.
“RAMAH TARUNA kami rancang sebagai ruang dialog yang sehat, tempat pemuda belajar memahami perbedaan sebagai rahmat. Di tengah arus informasi yang cepat dan sering kali memecah belah, pemuda Karawang harus tampil sebagai penyejuk, bukan sebagai bagian dari polarisasi,” ujar Dhani. Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum spiritual yang tepat untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman keyakinan.
Respon positif juga datang dari Ketua FKUB Karawang, Dr. H. Masykur H. Mansyur, MM. Ia mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang melibatkan pemuda secara aktif dalam agenda moderasi beragama. Menurutnya, gerakan toleransi akan jauh lebih kuat jika ditopang oleh kesadaran generasi muda sebagai pewaris masa depan bangsa. “Kami di FKUB sangat mengapresiasi RAMAH TARUNA. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membangun budaya dialog dan saling pengertian di tingkat akar rumput. Ketika pemuda sudah memiliki perspektif moderat, inklusif, dan terbuka, maka masa depan kerukunan umat beragama di Karawang akan lebih terjamin,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program serupa agar moderasi beragama tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi praktik hidup sehari-hari di tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, keterlibatan Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kementerian Agama Kabupaten Karawang dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Melalui RAMAH TARUNA, diharapkan terbangun jejaring kolaboratif antara pemuda, tokoh agama, dan pemerintah dalam merespons dinamika sosial-keagamaan secara bijak dan konstruktif.
Karang Taruna Karawang menaruh harapan besar agar kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan gerakan konkret di tingkat komunitas. Mulai dari kampanye toleransi di media sosial, dialog lintas iman di tingkat desa/kelurahan, hingga aksi sosial bersama sebagai simbol persaudaraan kemanusiaan.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan RAMAH TARUNA dapat diakses melalui akun Instagram @officialkatar_karawang atau melalui email ktkarawangmaju@gmail.com.
(Wawan)






