JAKARTA – Pemerintah secara resmi menetapkan target ambisius untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga menyentuh level 0 persen pada tahun 2026. Selain itu, tingkat kemiskinan umum ditargetkan turun ke kisaran 6,5% hingga 7,5%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia tercatat masih berada di angka 0,85 persen atau sekitar 2,38 juta orang. Untuk mengikis angka tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan serangkaian strategi bantuan sosial (bansos) dan subsidi yang terintegrasi melalui Kementerian Sosial.
Pemerintah mengandalkan beberapa program unggulan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah dan memastikan akses pendidikan tetap terbuka. Berikut adalah rincian bantuan yang disiapkan:
Program Keluarga Harapan (PKH): Menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran bantuan Rp75.000 hingga Rp250.000 per tahun.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Dialokasikan untuk 18 juta KPM dengan nilai Rp200.000 per bulan.
Sektor Pendidikan: Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 21 juta siswa dan KIP Kuliah yang menyasar 1,2 juta mahasiswa dengan bantuan hingga Rp1,4 juta per tahun.
Selain bantuan tunai, pemerintah juga memperkuat subsidi energi guna menekan pengeluaran rumah tangga tangga miskin:
Subsidi LPG: Menjangkau 62,7 juta rumah tangga dengan nilai sekitar Rp107.000 per bulan.
Subsidi Listrik: Dialokasikan untuk 86 juta rumah tangga dengan besaran rata-rata Rp100.000 per bulan.
Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu: Pemerintah juga menganggarkan Rp21,3 juta per penerima untuk perbaikan hunian bagi 1.500 KPM.
Kementerian Sosial juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan melalui program ATENSI. Bantuan rehabilitasi sosial senilai Rp2,4 juta per tahun disiapkan bagi 169 ribu orang, serta bantuan khusus bagi 270 ribu anak yatim piatu (ATENSI YAPI) sebesar Rp200.000 per bulan.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial sementara, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi bagi masyarakat untuk keluar dari zona kemiskinan ekstrem dalam satu tahun ke depan.
(Red)






