KARAWANG | SUARAPURWASUKA.COM– Insiden meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri dan dikaitkan dengan keterbatasan perlengkapan sekolah, menuai perhatian luas dari publik nasional.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak terhadap kondisi sosial dan dukungan kebutuhan dasar pendidikan anak.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, mengajak seluruh jajaran dan warga Karang Taruna di wilayahnya untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya terkait kebutuhan sekolah anak-anak.
Dhani menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam melakukan pemantauan sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami mengajak seluruh pengurus dan warga Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk memperhatikan kebutuhan dasar sekolah anak-anak, mulai dari buku tulis, pulpen, hingga perlengkapan lainnya. Jangan sampai ada kejadian serupa terjadi di Karawang yang kita cintai,” ujar Dhani dalam keterangannya, Rabu (5/2).
Ia juga mendorong adanya gerakan bersama di tingkat desa dan kelurahan untuk melakukan monitoring serta pendataan anak-anak yang membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah. Menurutnya, langkah cepat dan kepedulian lingkungan dapat menjadi kunci pencegahan persoalan sosial yang lebih besar.
“Karang Taruna harus hadir di tengah masyarakat. Kami instruksikan seluruh jajaran untuk bergerak bersama membantu anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa,” katanya.
Dhani menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, serta unsur masyarakat diperlukan agar bantuan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
Karang Taruna Karawang berencana mendorong program kepedulian pendidikan berbasis komunitas sebagai bentuk respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental anak.
Bagi masyarakat yang melihat tanda-tanda tekanan emosional berat pada anak atau remaja, para ahli menyarankan agar segera berkoordinasi dengan keluarga, pihak sekolah, tenaga kesehatan, atau layanan konseling terdekat untuk mendapatkan pendampingan profesional.
(Fay)






