Wabup Purwakarta Buka Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026
PURWAKARTA – Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2026 yang digelar di Aula Janaka, Purwakarta.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Agung Suriatmadja, M.Kes, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Berdasarkan hasil monitoring yang telah dilakukan, tingkat inflasi Kabupaten Purwakarta tercatat sebesar 2,54 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,72 persen. Secara umum, rata-rata harga bahan pokok dinilai masih relatif stabil, dengan ketersediaan stok 12 komoditas pangan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok, di antaranya monitoring perkembangan harga, pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah, serta penguatan sistem logistik melalui Gerakan Menanam, khususnya untuk komoditas cabai yang kerap memicu inflasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak terkait dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketersediaan bahan pokok. Ia juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat terus didorong untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan, serta memanfaatkan lahan tidak produktif agar menjadi lebih produktif.
“Melalui langkah ini, ketersediaan komoditas pokok diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri sehingga swasembada pangan dapat tercapai. Dengan demikian, angka inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Abang Ijo.
Ia menambahkan, partisipasi aktif seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan pangan. Dengan sinergi yang kuat, Purwakarta diharapkan mampu menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan serta menjadi daerah percontohan dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, sejalan dengan visi Purwakarta Istimewa.






