Karawang | SUARA PURWASUKA.COM– Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKPP) menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dampak fenomena El Niño yang berpotensi memicu kekeringan dan mengganggu produktivitas pertanian.
Upaya tersebut dilakukan guna menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mempertahankan posisi Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Kepala bidang terkait di DPKPP Karawang menyampaikan, terdapat lima strategi utama yang diterapkan untuk mengantisipasi dampak El Niño. Pertama, melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kedua, optimalisasi infrastruktur air, seperti jaringan irigasi, guna memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian. Ketiga, percepatan masa tanam dengan penggunaan varietas unggul yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Selanjutnya, penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi strategi keempat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif di lapangan.
Adapun strategi kelima adalah mendorong peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui pendampingan dan penyuluhan.
“Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan El Niño,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi DPKPP Karawang.
Pemerintah daerah berharap, dengan penerapan strategi tersebut, sektor pertanian di Karawang tetap tangguh dan produktif, sehingga mampu menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional.
Selain itu, masyarakat dan petani diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan serta aktif berkoordinasi dengan penyuluh dan instansi terkait.
Dengan langkah antisipatif dan kerja sama yang solid, Karawang optimistis dapat menghadapi dampak El Niño serta mempertahankan keberlanjutan produksi pangan.
(Red)






