JAKARTA| SUARAPURWASUKA.COM– Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, secara resmi membuka ajang “Piala Busan: Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas, khususnya dari sektor hobi yang memiliki potensi pasar besar seperti komunitas pecinta burung kicau.
Dalam sambutannya, Budi Santoso—yang akrab disapa Mendag Busan—menyampaikan bahwa ekosistem burung berkicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Ia menilai, aktivitas tersebut melibatkan banyak pelaku usaha lintas sektor.
“Komunitas burung kicau tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Mulai dari peternak burung, pengrajin sangkar, produsen pakan, hingga pelaku UMKM kuliner yang turut meramaikan kegiatan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau di dalam negeri diperkirakan mencapai Rp1,7 hingga Rp2 triliun per tahun. Angka tersebut menunjukkan kontribusi nyata sektor ini terhadap perekonomian nasional.
Tak hanya itu, kinerja ekspor burung hias Indonesia juga mengalami tren positif. Pada 2025, nilai ekspor tercatat mencapai sekitar Rp12,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Festival ini juga menghadirkan beragam pelaku UMKM kuliner yang ikut meramaikan kegiatan, sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperluas akses pasar bagi UMKM, baik di dalam negeri maupun ke pasar global.
Melalui penyelenggaraan “Piala Busan”, pemerintah berharap dapat memperkuat sinergi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Harapannya, UMKM lokal semakin berkembang, produk dalam negeri semakin dikenal, dan peluang ekspor terus meningkat di pasar internasional,” pungkasnya.
(Red)






