JAKARTA| SUARAPURWASUKA.COM– Mentri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan geopolitik global hingga kondisi pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di kawasan Timur Tengah.
Dalam paparannya, Menteri Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan personel Pasukan Perdamaian Indonesia yang menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi prioritas utama pemerintah.
Menurut Sjafrie, Kementerian Pertahanan terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan keamanan serta kesiapan personel TNI yang bertugas di wilayah konflik tersebut.
“Keselamatan prajurit kita yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia menjadi perhatian utama pemerintah melalui koordinasi yang erat antara Kemhan dan Kemlu,” ujar Sjafrie dalam rapat kerja tersebut.
Selain membahas kondisi pasukan perdamaian, rapat juga menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilai berpengaruh terhadap stabilitas keamanan kawasan dan kepentingan nasional Indonesia.
Sjafrie menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta strategi defensif aktif. Ia juga memastikan kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, dijalankan berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional.
Di sisi lain, Menhan menyebut keberadaan batalyon teritorial pembangunan memiliki peran penting dalam memperkuat stabilitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI menyampaikan dukungannya terhadap penguatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah situasi keamanan global yang terus berkembang.
Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dan DPR dalam memastikan kesiapan sektor pertahanan nasional menghadapi berbagai tantangan strategis internasional.
Sumber : MenHan RI






