spot_img

Guru Jelaskan Kronogis Alasan Tampar Murid Depan Gubernur Orang Tua Siswa Buka Suara !! Pernyataan Guru Tak Sesuai “Fakta. “

spot_img

Subang|Suarapurwasuka.com|- Sempat geger di Kabupaten subang dengan adanya Video yang beredar di media sosial memperlihatkan adu mulut antara seorang oknum Guru dan orang tua siswa di salah satu SMPN 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Diketahui Perdebatan tersebut dipicu dugaan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap sejumlah siswa yang dilakukan oleh salah seorang Oknum Guru sekolah tersebut.

Peristiwa bermula ketika beberapa murid diduga memanjat tembok sekolah hingga roboh lantas guru tersebut menegur dan menampar siswa yang diketahui memanjat tembok sekolah.

Salah satu orang tua siswa yang diketahui bernama Deni Rukmana , tidak terima anaknya mendapat hukuman fisik dari guru sehingga dirinya mendatangi sekolah dan disitulah perdebatan panas terjadi.

 

Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru yang sudah pakai kekerasan. Bukan anak saya saja yang kena digampar, tapi ada delapan anak yang digampar,” ungkap Deni dalam Video tersebut.

Kasus ini memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mendukung tindakan tegas guru demi kedisiplinan siswa, sementara lainnya menilai kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Kasus ini sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga di hari Rabu pagi 5/11/2025 Kepala sekolah dan Guru yang terlibat adumulut dengan orang tua Siswa tersebut langsung di panggil ke Bandung menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kepada Dedi, Oknum Guru bernama Rana Saputra tersebut mengaku menampar siswa karena sudah berulang kali melanggar aturan sekolah, mulai dari merokok, berkelahi, mengganggu kelas lain, hingga memanjat tembok sekolah.

Dedi menegaskan, guru dan orang tua memiliki peran yang sama penting dalam mendidik anak.

Ketika di sekolah, anak menjadi tanggung jawab guru. Ketika di rumah, menjadi tanggung jawab orang tua. Dua-duanya harus saling menghargai. Kalau dititipkan di sekolah, harus percaya pada guru,” ujarnya.

Namun Dedi juga mengingatkan agar guru tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik.

“Guru harus menyadari, tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekerasan,” katanya.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Dedi Mulyadi berencana menemui kedua orang tua siswa yang terlibat agar Permasalahan di selesaikan secara Bijak.

Deni Rukmana selaku orang Tua siswa tidak terima bahwa Guru tersebut mengatakan fakta yang tidak sesuai kepada KDM. Dirinya mengaku bahwa anaknya tersebut hanya memanjat tembok saja bukan karena merokok berkelahi atau mengganggu teman-teman nya yang lain saat di sekolah.

“pa Dedi terimakasih sudah menengahi masalah saya ini, namun agar Pa Dedi tau anak saya yang menjadi korban tidak merokok, tidak berkelahi atau mengganggu teman-temanya yang lain saat belajar,anak saya hanya memanjat tembok saja, jadi Faktanya gak seperti yang di sampaikan Guru tersebut “Pungkasnya

(Feri Kosasih)

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

spot_img

Purwasuka 24 Jam

spot_imgspot_img
spot_img

Berita Populer

spot_img
spot_img

Trending News
TRENDING NEWS

Ketua Sultan Bachtiar Najamudin Lepas 500 Pemudik Program Mudik Gratis Kamsri ke Lima Provinsi Sumatera

JAKARTA | SUARAPURWASUKA.COM– Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia...

BNN TEGASKAN KOMITMEN INDONESIA DALAM PENGENDALIAN NARKOTIKA GLOBAL DI SIDANG CND KE-69

Jakarta | SUARAPURWASUKA.COM- Delegasi Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN)...

Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa dan Jembatan Baru di Nias Selatan

Bogor | SUARA PURWASUKA.COM– Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran...

Presiden Prabowo Subianto Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Kesiapan Mudik Lebaran

BOGOR | SUARAPURWASUKA.COM– Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat...