KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan komitmen penuh mendukung percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, saat mengikuti Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP secara virtual melalui Zoom pada Rabu (26/11/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan arahan strategis terkait penguatan fondasi ekonomi nasional melalui koperasi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan langkah penting untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia, khususnya dalam memperkuat sektor usaha kecil dan menengah agar mampu bertahan secara berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih adalah upaya kita menyelamatkan ekonomi bangsa Indonesia supaya ekonomi menengah dan kecil akarnya kuat. Ibaratnya bangsa hidup di atas tanah—pangan tidak jatuh dari langit lalu langsung dimakan. Kita harus tanam, rawat, pelihara, dan tumbuhkan mulai dari benih yang cocok, tanah yang cocok, dan harus kita lindungi,” ujar Presiden.
Presiden menekankan pentingnya membangun fondasi ekonomi dari tingkat bawah agar pertumbuhan dapat dirasakan merata.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan kebocoran kekayaan negara yang dinilainya telah berlangsung selama ratusan tahun. Ia mengibaratkan aliran kekayaan ke luar negeri seperti darah yang keluar dari tubuh manusia.
“Kalau kekayaan kita keluar terus, ibarat darah dalam tubuh manusia—keluar terus, lama-lama habis dan mati. Ratusan tahun kekayaan kita mengalir ke luar. Kita ingin menghentikan kebocoran kekayaan Republik Indonesia,” tegasnya.
Presiden mengungkapkan adanya praktik penyelundupan dan penyelewengan sumber daya alam seperti nikel, batu bara, emas, karet, hingga sawit. Ia mencontohkan ketidaksesuaian laporan ekspor yang kerap terjadi.
“Ekspor 100 ton tapi laporan 500 ton—itu penyelundupan. Ini tidak boleh terus,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti hal ini, Presiden menyatakan akan segera mengumpulkan para gubernur, bupati, wali kota, rektor, dan dekan guna memaparkan kondisi nyata terkait aliran kekayaan negara. Ia juga menegaskan bahwa Kepolisian dan Bea Cukai akan dikerahkan untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas praktik penyelundupan.
Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menyampaikan bahwa Pemkab Karawang mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah strategis dalam menggerakkan ekonomi desa dan kelurahan, sekaligus menjaga agar kekayaan daerah tidak bocor melalui praktik ilegal.
“Pemkab Karawang siap menjalankan arahan Presiden dan memastikan KDKMP dapat tumbuh sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat dari bawah,” ujarnya.
Dukungan tersebut menegaskan keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional, sekaligus menghentikan berbagai bentuk kebocoran kekayaan negara melalui tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
(Red)






