JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk mempertajam fokus penelitian agar memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat. Salah satu prioritas utama yang ditekankan adalah penanganan masalah sampah rumah tangga dan lingkungan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Pemanfaatan Riset dan Inovasi untuk Mendukung RPJMN 2025–2029 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
“Petunjuk dari Bapak Presiden untuk kita menajamkan penelitian-penelitian yang bisa secepatnya membantu problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.
Prasetyo menjelaskan bahwa riset yang diharapkan pemerintah tidak hanya terpaku pada pengembangan teknologi canggih (high-tech), tetapi juga menyentuh aspek teknologi terapan yang bisa langsung diimplementasikan di lapangan.
Dalam hal penanganan sampah rumah tangga dan lingkungan, Presiden secara khusus memberikan mandat kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bappenas, serta seluruh jajaran terkait untuk berkolaborasi menghadirkan teknologi yang efisien.
“Salah satunya misalnya mengenai penanganan sampah rumah tangga, sampah lingkungan. Yang diminta selain teknologi tinggi, ada juga teknologi terapan yang diminta kepada BRIN, Bappenas, dan seluruh jajaran,” tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pemanfaatan riset dan inovasi berjalan selaras dengan target pembangunan nasional. Optimalisasi riset ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dengan arahan ini, pemerintah berharap hasil riset nasional tidak lagi hanya berakhir sebagai laporan akademis, melainkan menjadi alat transformasi yang nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia di berbagai sektor, dimulai dari kebersihan lingkungan.
Sumber : Kemensetneg RI






