KARAWANG | SUARAPURWASUKA.COM | KCP Mall Karawang terus melakukan pembenahan dan menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus kepuasan pengunjung di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja.
Marcomm Manager KCP Mall, Fandy Aditya mengatakan, secara umum aktivitas di KCP Mall masih berjalan dengan baik. Sejumlah pembenahan dilakukan, termasuk penataan beberapa area dan penyesuaian tenant.
“Secara umum KCP hari ini cukup berjalan baik. Kami sedang merapikan beberapa area, nanti ada beberapa tenant baru, meskipun ada juga tenant yang keluar,” ujar Fandy, rabu (7/10/2026).

Menurutnya, keberadaan tenant baru serta berbagai kegiatan atau event menjadi bagian dari upaya KCP Mall menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat Karawang.
Fandy menjelaskan, sejumlah event yang digelar KCP Mall juga merupakan program dari pusat sehingga pihak manajemen di daerah tidak sepenuhnya dapat melakukan intervensi terhadap konsep maupun pelaksanaannya.
“Kalau event yang datang dari pusat, mereka sudah punya aturan main sendiri. Makanya ke depan kami coba atur lagi, kalau masih ada kesempatan untuk kolaborasi, nanti kami akan ajak teman-teman semua,” katanya.
Fandy mengakui, secara teknis kondisi pusat perbelanjaan memang mengalami pasang surut. Salah satu periode penurunan traffic terjadi setelah momentum Lebaran.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di KCP Mall, tetapi juga menjadi tantangan yang dihadapi pusat perbelanjaan lainnya.
“Kita lihat traffic memang ada momen-momen kemarin agak turun, khususnya setelah Lebaran. Tapi kalau kita lihat, orangnya masih datang,” ungkapnya.
Perubahan yang lebih terasa, kata Fandy, justru berada pada kemampuan atau besaran uang yang dibelanjakan pengunjung.
Ia menggambarkan, jika sebelumnya 10 orang datang ke mal dengan total kemampuan belanja tertentu, saat ini jumlah pengunjung yang sama masih datang, tetapi nominal belanjanya cenderung lebih kecil.
“Kasarnya, kalau 10 orang masih datang, dulu 10 orang ini membawa uang sejuta, hari ini mungkin mereka membawa Rp500 ribu sampai Rp750 ribu. Jadi pergerakan orangnya masih berjalan, tetapi daya belinya yang berubah,” jelas Fandy.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari situasi ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin berhitung dalam mengeluarkan uang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, KCP Mall menyiapkan sejumlah perubahan secara bertahap.
Fandy mengatakan, pembenahan tidak hanya menyasar tenant, tetapi juga layout hingga fisik bangunan.
“Ke depan KCP akan banyak perubahan. Sampai 2028, mungkin bahkan sampai 2030, akan ada banyak perubahan secara bertahap,” ujarnya.
Salah satu pembenahan yang sudah dilakukan adalah area lobi. Bahkan, lobi bagian utara telah mengalami perubahan, termasuk penggunaan pintu sliding untuk memberikan akses yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Ke depan, perubahan layout dan fisik bangunan juga akan terus dilakukan, termasuk penyesuaian beberapa area agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengunjung.
Selain pembenahan fisik, KCP Mall juga mulai memperkuat konsep yang tidak hanya menjadikan mal sebagai tempat berbelanja.
Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan kuliner dan hiburan yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat.
“Kami hari ini sedang membangun banyak tempat untuk menjadi wisata kuliner,” kata Fandy.
Sebelumnya, KCP Mall juga telah menggelar Festival Kuliner Bangkok. Ke depan, sejumlah kegiatan baru kembali disiapkan.
Jika tidak ada perubahan, pada akhir tahun KCP Mall berencana menghadirkan berbagai kegiatan seperti kuliner, pasar malam hingga wahana salju.
“Bertahap semuanya kami coba. Kami selalu ingin memberikan hal-hal baru kepada masyarakat Karawang,” katanya.
Fandy menilai, konsep tersebut menjadi penting di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Produk yang mudah dibeli secara online membuat pusat perbelanjaan perlu menawarkan pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya melalui transaksi digital.
“Kalau beli baju atau barang lain yang sifatnya bukan kebutuhan sehari-hari, orang masih bisa membeli secara online. Tapi kalau kuliner dan tempat berkumpul, ada pengalaman yang memang tidak bisa sepenuhnya digantikan online,” jelasnya.
Di tengah persaingan pusat perbelanjaan dan perkembangan kawasan industri di Karawang, Fandy melihat kondisi ekonomi daerah masih memiliki peluang yang positif.
Menurutnya, masuknya investasi dan pembangunan kawasan industri baru diharapkan ikut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami melihat Karawang hari ini masih cukup positif dan kondusif. Mudah-mudahan ekonomi Karawang bisa lebih baik lagi dengan banyaknya investasi,” ujarnya.
Ia menilai sektor retail memang menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar setelah pandemi Covid-19, terutama pada periode 2019 hingga 2022. Namun, saat ini pelaku usaha mulai beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat.
Fandy berharap berbagai inovasi yang dilakukan KCP Mall dapat menjaga keberadaan pusat perbelanjaan tersebut sebagai salah satu ruang berkumpul dan hiburan bagi masyarakat Karawang.
“Kami mohon dukungan dari teman-teman media. Sederhananya, kalau tidak didukung teman-teman media, mungkin KCP tidak akan bisa sebesar ini,” pungkasnya.






