spot_img
Jumat, Agustus 14, 2026
spot_img

Wabup Maslani Hadiri Malam Pembukaan MTQH XXXIX Jawa Barat Tahun 2025

KARAWANG | SUARAPURWASUKA.COM | Wakil Bupati (Wabup) Karawang H. Maslani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-39 Provinsi Jawa Barat di Soreang, Kabupaten Bandung pada Ahad (15/6/2025).

 

Baca Juga

Pembukaan tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. KDM, demikian sapaan Dedi Mulyadi dalam sambutannya menuturkan, pentingnya menghargai imam-imam kampung dan guru ngaji yang dengan ikhlas mengajar anak-anak mengaji di masjid tanpa pamrih.

- Advertisement -
Tarif Iklan
📢 TARIF IKLAN

 

Sebab menurutnya, mereka adalah sosok soleh yang sesungguhnya, pejuang peradaban yang mendekatkan generasi muda pada masjid dan nilai-nilai keikhlasan. Imam-imam kampung yang tanpa gaji, yang tetap mengajar meski harus bertani atau bekerja keras di luar peran keagamaannya, justru adalah figur yang lebih dekat dengan nilai keikhlasan sejati.

 

Baca Juga

“Kalau ingin meminta doa, mintalah dari mereka, orang yang hidupnya teruji dalam keikhlasan,” ujar KDM.

 

Ia pun mengajak para peserta dan seluruh masyarakat untuk kembali menanamkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan nyata, bukan hanya sebagai bentuk kompetisi seremonial.

 

Karena demikian, lanjut KDM, modernisasi metode pembelajaran Al-Qur’an yang terlalu menekankan pada kecepatan dan hasil akhir seperti wisuda, tanpa memperhatikan kedekatan emosional dengan masjid dan guru ngaji.

 

Sebab, proses panjang pembelajaran Al-Qur’an di masa lalu yang berlangsung bertahun-tahun dan berjenjang dari mengeja, narawas, hingga Quro, melahirkan relasi spiritual yang kuat antara murid, guru, dan masjid.

 

“Al-Qur’an harus menjadi sumber kebijakan yang adil, sumber tindakan yang penuh kasih, dan sumber semangat untuk membela kaum miskin dan anak yatim,” tegasnya.

 

Melalui MTQH ini, KDM berharap lahir generasi muda yang tak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pembentukan karakter, diharapkan tercipta generasi Qurani yang membangun peradaban dengan cinta, ilmu, dan keikhlasan. (diskominfo)

Bagikan Artikel

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun berdasarkan sumber terpercaya melalui verifikasi data dan fakta sesuai standar jurnalistik yang berlaku dan akan diperbaharui sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.
👍 Suka 💬 Komentar 🔗 Bagikan

Baca Juga

Artikel Lainnya

Info Grafis

Purwasuka 24 Jam

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Top News

Nasional

Pemerintahan

^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X