spot_img

Hari Jadi Karawang, PMII Karawang  Soroti Ketimpangan: Industri Tumbuh, Rakyat Menanggung Dampak

spot_img

KARAWANG | SUARAPURWASUKA.COM – Peringatan Hari Jadi Karawang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan bersama untuk menata ulang wajah daerah yang dikenal sebagai lumbung padi sekaligus kawasan industri terbesar di Jawa Barat.

Ketua PC PMII Karawang, Agung Aryadi Putra, S.Pd menegaskan, Karawang bukan hanya identik dengan pabrik-pabrik raksasa, tetapi juga tanah perjuangan dengan ruh kebudayaan, pertanian, serta sejarah panjang yang melahirkan generasi pejuang bangsa.

Namun, kondisi saat ini dinilai menyimpan ironi. Pesatnya pertumbuhan industri tidak sebanding dengan kesejahteraan buruh yang masih berkutat dengan upah rendah. Sawah yang menjadi identitas Karawang kian menyusut akibat alih fungsi lahan. Sementara gedung-gedung megah terus berdiri, angka pengangguran pemuda tetap tinggi.

Di tengah pembangunan masif, banjir, tumpukan sampah, kerusakan lingkungan, pencemaran sungai akibat limbah industri, polusi udara, hingga hilangnya ruang hijau seakan menjadi konsekuensi yang dibiarkan. Kondisi tersebut mencerminkan wajah pembangunan yang abai terhadap keberlanjutan hidup.

Menghadapi situasi ini, PMII meneguhkan komitmen dengan tagline “Membangun Kota, Merawat Desa.” Kota boleh berkembang melalui industrialisasi, tetapi desa harus tetap lestari sebagai basis pangan, budaya, dan kehidupan rakyat.

“Pembangunan Karawang tidak boleh timpang, apalagi hanya menguntungkan segelintir elite, sementara rakyat menanggung dampak lingkungan yang semakin parah,” tegasnya;

Prinsip tersebut, lanjut PMII, merupakan pengejawantahan nilai-nilai fiqh yang menekankan pentingnya melestarikan tradisi baik sekaligus mengambil hal baru yang bermanfaat, serta mendahulukan pencegahan kerusakan dibanding mengejar keuntungan semata.

PMII menegaskan akan terus hadir sebagai mitra kritis sekaligus pengingat, bahwa Karawang adalah milik seluruh rakyat. “Selamat Hari Jadi Karawang. Semoga Karawang tumbuh bukan hanya menjadi kota industri, tetapi juga pusat peradaban yang adil, beradab, hijau, dan berpihak pada manusia serta alamnya,” pungkasnya.

(Wawan)

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

spot_img

Purwasuka 24 Jam

spot_imgspot_img
spot_img

Berita Populer

spot_img
spot_img

Trending News
TRENDING NEWS

Ketua Sultan Bachtiar Najamudin Lepas 500 Pemudik Program Mudik Gratis Kamsri ke Lima Provinsi Sumatera

JAKARTA | SUARAPURWASUKA.COM– Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia...

BNN TEGASKAN KOMITMEN INDONESIA DALAM PENGENDALIAN NARKOTIKA GLOBAL DI SIDANG CND KE-69

Jakarta | SUARAPURWASUKA.COM- Delegasi Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN)...

Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa dan Jembatan Baru di Nias Selatan

Bogor | SUARA PURWASUKA.COM– Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran...

Presiden Prabowo Subianto Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Kesiapan Mudik Lebaran

BOGOR | SUARAPURWASUKA.COM– Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat...