JAKARTA | SUARA PURWASUKA.COM-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) terus berupaya memastikan dua kapal tanker pembawa minyak milik Pertamina dapat melintasi jalur strategis Selat Hormuz.
Langkah ini dilakukan di tengah situasi geopolitik yang masih sensitif menyusul gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi intensif guna menjamin kelancaran pelayaran kapal nasional tersebut.
“Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz,” ujar Vahd dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, jalur Selat Hormuz merupakan salah satu titik vital dalam distribusi energi global. Oleh karena itu, keamanan pelayaran di kawasan tersebut menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia internasional.
Kemlu juga terus menjalin komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak terkait guna memastikan keselamatan awak kapal serta keamanan distribusi energi nasional tetap terjaga.
Situasi di kawasan Timur Tengah sendiri masih dalam tahap pemulihan pasca ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun telah tercapai gencatan senjata, potensi gangguan terhadap jalur pelayaran internasional masih menjadi perhatian.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasional, termasuk menjamin kelancaran distribusi energi yang sangat vital bagi kebutuhan dalam negeri.
Dengan upaya diplomasi yang terus dilakukan, diharapkan kedua kapal tanker Pertamina dapat segera melanjutkan perjalanan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz
Sumber : Kompas.Com






