Yogyakarta | SUARAPURWASUKA.COM– Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (21/4). Dalam agenda tersebut, Sultan meresmikan Ndalem Widya Asih Senior Sharing Space serta berdialog dengan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.
Kedatangan Sultan disambut langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, di Gedung Rektorat. Peresmian ruang berbagi bagi alumni senior UGM itu turut dihadiri Senator Ahmad Sauqi serta mantan Senator Dr. Rahmat Syah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sultan menilai UGM sebagai salah satu kampus berkelas dunia yang konsisten mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“UGM memiliki reputasi sebagai kampus kelas dunia yang inovatif dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Banyak alumni kampus ini yang sukses berkiprah di tingkat nasional, baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif,” ujar Sultan.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu juga menyebut UGM sebagai simbol kemajuan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berpijak pada nilai kebangsaan Indonesia. Menurutnya, kontribusi pemikiran dan pengabdian alumni UGM telah lama memberi pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan pembangunan nasional.
“Sejak lama gagasan dan kiprah alumni UGM sangat memengaruhi arah pembangunan nasional,” tegasnya.
Selain meresmikan fasilitas alumni, Sultan juga memberikan kuliah umum di Aula Fisipol UGM. Di hadapan ratusan mahasiswa, ia menekankan pentingnya stabilitas politik dan kualitas demokrasi dalam menentukan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Sebagai institusi demokrasi yang merepresentasikan daerah, DPD RI tidak hanya berupaya menjaga stabilitas demokrasi, tetapi juga memastikan ketahanan ekologi di daerah tetap terjaga,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri sebagai generasi penerus bangsa yang demokratis, kritis, dan berkeadaban.
“Daya kritis adalah kekuatan mahasiswa yang harus dijaga secara ilmiah dan objektif. Namun, kebebasan berpendapat dalam demokrasi Pancasila tetap harus mengedepankan ketertiban umum dan objektivitas,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan nasional berbasis SDM unggul dan nilai-nilai kebangsaan.
Sumber : DPD RI






