KARAWANG | SUARAPURWASUKA.COM– Peringatan Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) Nasional yang jatuh pada 22 April menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menjadi masalah kesehatan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Karawang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengingatkan bahwa lingkungan sekitar rumah menjadi faktor utama dalam mencegah penyebaran DBD. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama.
Adapun gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Sementara itu, “Plus” mencakup berbagai upaya tambahan seperti menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, serta menanam tanaman pengusir nyamuk di lingkungan rumah.
Menurut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD. “Pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing. Jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk,” demikian imbauan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada terhadap gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, hingga munculnya bintik merah pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peringatan Hari DBD Nasional tahun ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Dengan langkah sederhana namun konsisten, penyebaran DBD dapat dicegah secara bersama-sama.
Melalui semangat kolaborasi, masyarakat diajak menjadi “pahlawan” di lingkungannya masing-masing demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.
(Red)






