spot_img
Jumat, Agustus 14, 2026
spot_img

Dianggap Sesatkan Persepsi Publik Terhadap Dunia Pesantren, Ketua FKDT Jawa Barat Kecam Tayangan Program Expose Yang Di Siarkan Trans 7.

Subang|Suarapurwasuka.com|-Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Jawa Barat, KH. Atep Abdul Gofar, S.Pd.I.,M.M., mengecam keras tayangan program Exposé yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 karena dinilai telah memberikan gambaran negatif terhadap dunia pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam.

Menurut KH. Atep, isi tayangan tersebut tidak mencerminkan realitas pesantren dan madrasah diniyah yang selama ini menjadi benteng moral dan pendidikan karakter umat. Ia menilai, penyajian berita yang tidak berimbang itu berpotensi menimbulkan stigma buruk terhadap lembaga pendidikan Islam tradisional.

Baca Juga

“Kami menyesalkan tayangan tersebut karena cenderung menyesatkan persepsi publik. Pesantren dan madrasah diniyah bukan tempat yang seperti digambarkan dalam program itu. Kami justru mendidik generasi muda agar berilmu, berakhlak, dan berkontribusi untuk bangsa,” tegas KH. Atep di Subang, Selasa (14/10/2025).

- Advertisement -
Tarif Iklan
📢 TARIF IKLAN

FKDT Jawa Barat, lanjutnya, sedang mengoordinasikan langkah bersama dengan FKDT kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk menyampaikan protes resmi kepada manajemen Trans7 dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Selain itu, FKDT juga akan meminta klarifikasi serta permintaan maaf terbuka atas tayangan yang telah menyinggung perasaan umat Islam, khususnya kalangan pesantren dan madrasah.

“Kami akan menempuh jalur resmi melalui KPI dan mengirimkan surat keberatan. Kami ingin media nasional lebih bijak dan berimbang dalam memberitakan lembaga pendidikan Islam,” tambahnya.

KH. Atep juga mengajak seluruh pengurus pesantren, guru madrasah diniyah, serta masyarakat untuk tetap tenang namun tegas dalam menyikapi persoalan ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran penting bagi dunia penyiaran nasional.

Baca Juga

“Kami bukan anti kritik, tapi kritik harus beretika dan berimbang. Jangan sampai media menjadi alat yang justru merusak citra lembaga pendidikan Islam,” pungkasnya.

FKDT Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kehormatan lembaga pendidikan diniyah dan pesantren sebagai pilar penting dalam membangun karakter bangsa yang religius dan beradab.

(Feri Kosasih)

Bagikan Artikel

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun berdasarkan sumber terpercaya melalui verifikasi data dan fakta sesuai standar jurnalistik yang berlaku dan akan diperbaharui sesuai informasi terbaru dan klarifikasi dari pihak terkait.
👍 Suka 💬 Komentar 🔗 Bagikan

Baca Juga

Artikel Lainnya

Info Grafis

Purwasuka 24 Jam

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Top News

Nasional

Pemerintahan

^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X