SUBANG|Suarapurwasuka.com|— Antusiasme masyarakat untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Kabupaten Subang tinggi. Terlihat pada pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Subang, Kamis (4/11/2025). Puluhan pendaftar mengikuti seleksi tahap pertama untuk menjadi PPIH Arab Saudi maupun PPIH kloter tahun 2026.
Kepala Kantor Kemenhaj Subang, H. Rojak, mengatakan bahwa seleksi tahap awal ini bertujuan untuk menjaring calon petugas yang benar-benar siap melayani jamaah selama proses ibadah haji.
“Hari ini dimulai tes tahap I PPIH Arab Saudi dan PPIH kloter yang akan menyertai jamaah ibadah haji tahun 2026. Tujuan seleksi ini untuk mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi yang tinggi, siap melayani dan mendampingi jamaah dari sejak tanah air, Arab Saudi, sampai dengan kembali lagi ke Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut meski jumlah calon jamaah haji asal Subang tahun ini hanya 353 orang, minat menjadi petugas haji justru sangat tinggi.
Tambah Rojak ” Alhamdulillah tahun sekarang ini kendati Subang jumlah jemaah hajinya hanya 353, tetapi antusias dari petugas baik dari Kementerian Agama, pondok pesantren, ormas dan lembaga islam, mereka mengikuti selekti petugas ini sehingga jumlah keseluruhannya itu 92 orang. Melalui tahapan seleksi, administrasi, rekomendasi, sehingga yang mengikuti tes CAT berjumlah 22 orang,” Tambah Rojak
Rojak menegaskan bahwa proses seleksi belum selesai sampai tahap ini. “Ini tes tahap pertama, setelah ini selanjutnya disaring lagi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Yang bisa mengikuti PPIH kloter dan Arab Saudi ini tentunya dari Kemenag, Kemenhaj, ormas dan lembaga Islam, kemudian dari pondok pesantren, selama memenuhi syarat dari rekomendasi itu akan diperlilahkan untuk mengikuti PPIH Kloter dan Arab Saudi,” pungkasnya.Salah satu peserta tes, Yadi Subhan, mengaku sudah berkali-kali mengikuti seleksi petugas haji.”Saya mengikuti tes petugas haji ada 7 kali, dari beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya pernah lolos pada tahun 2019, tapi karena Covid19 jadi gak berangkat,” ucapnya.Ia kembali ikut seleksi tahun ini karena merasa masih memiliki peluang.”Karena ada kesempatan ikut, karena kebetulan sebelumnya pernah lulus. Persiapan sebagaimana mestinya pasti ada,”Pungkasnya
(FERI )






