JAKARTA | SUARAPURWASUKA.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Hal itu ditunjukkan melalui partisipasi langsung Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam rapat koordinasi (rakor) pembahasan alih fungsi Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang digelar di Kantor ATR/BPN, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aep didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, serta Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang.
Aep menjelaskan, langkah Pemkab Karawang dalam mempertahankan lahan baku sawah mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan laju alih fungsi lahan di wilayah industri tersebut.
“Upaya mempertahankan lahan baku sawah terus kami lakukan dan diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Tahun 2025, luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Karawang tercatat mencapai 99.737,31 hektare. Angka tersebut menjadi dasar kuat dalam perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Karawang telah mencapai 87.253 hektare. Capaian ini dinilai telah melampaui target pemerintah yang menetapkan sebesar 87 persen dari total LBS.
“Ini menegaskan komitmen kita dalam menjaga kawasan tanaman pangan sebagai prioritas utama perlindungan,” kata Aep.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Karawang juga mendorong penguatan regulasi serta pengawasan terhadap lahan sawah. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui ATR/BPN, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan mampu menjaga konsistensi kebijakan perlindungan lahan.
Selain itu, seluruh langkah strategis tersebut akan diintegrasikan dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.
(Red)






